melihat berita di TV dan membaca dibeberapa harian, seorang bocah di desa alastlogo, kecamatan lekok, kabupaten pasuruan, pada hari rabu sekitar pukul 10, terkena tembakan beruntun oleh pasukan marinir… Masa Allah, haruskah begini tentara kita. Demi mempertahankan sepetak tanah, kenapa harus berperang melawan orang lemah dan mengapa selalu yang lemah jadi korban.

Sedih bercampur amarah mendengar berita tersebut, keadilan, yah keadilan dimanakah dirimu berada.
musuh negara kita bukan petani dan musuh negara bukan seorang khoirul agung, seorang anak 3 tahun, yang terluka di dadanya akibat terkena peluru yang terlebih dulu menembus ibunya, mistin. mistin tewas, sementara khoirul agung masih dirawat di rumah sakit. Semoga kau cepat sembuh nak, …
sesuai pemberitaan pers di televisi bahwa pasukan marinir tersebut sudah memberikan tembakan peringatan untuk membubarkan penduduk yang (katanya) beringas, dan ketika tembakan peringatan ke udara tidak digubris, (katanya) prosedur berikutnya adalah memberikan tembakan peringatan ke arah tanah. nah (katanya) peluru yang ricochet dan mengenai rumah, musholla, batang-batang pohon, dan akhirnya menewarkan 4 orang. Ampun deh.
sekarang berita yang saya tunggu, apakah tentara marinir kita berhasil mengalahkan dan memukul mundur musuh negara indonesia terkutuk tercinta ini.