
Ketika melakukan sebuah presentasi kepada publik, kesiapan mengenai materi presentasi merupakan faktor yang sangat penting. Hal ini tentu saja menunjang kelancaran dalam prose penyampaian presentasi. Nah, ada sebuah kejadian yang kurang mengenakkan ketika WWF-Indonesia bekerja sama dengan Toko Buku Aksara melangsungkan sebuah workshop tentang lingkungan hidup pada tanggal 29 April 2007 yang lalu.
Mengenai insiden yang terjadi pada acara tersebut, silakan membaca tulisan Firman Firdaus yang mengangkat mengenai surat yang dikirimkan oleh Bapak D. Editjahyono, yang sedianya akan dimuat di surat pembaca Majalah Femina.
Berikut adalah petikan isi surat tersebut:
Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara tersebut dengan harapan selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan positif bagi keluarga kami. Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal terlihat ketidaksiapan kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar lebar tidak berfungsi Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat pergantian VCD penyuluhan, dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan seragam, petugas TB Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak perlu terjadi apabila telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu: memutar video porno rated XXX (maaf tidak dapat kami ceritakan di sini) yang filenya kebetulan berada di dalam komputer dan salah klik oleh petugas. (Selengkapnya)
Saya pribadi tidak membayangkan bahwa hal seperti ini terjadi untuk sebuah event yang diselenggarakan oleh sebuah institusi sekelas WWF-Indonesia dan Toko Buku Aksara. Saya pribadi belum tahu banyak mengenai Toko Buku Aksara. Tapi setelah membaca informasi melalui hasil pencarian tentang Toko Buku Aksara melalui mesin pencari, saya melihat bahwa Toko Buku Aksara merupakan toko buku yang cukup besar.
Masih melalui informasi dari Firman Firdaus, WWF Indonesia mengeluarkan sebuah surat resmi mengenai “Permohonan Maaf Dan Penjelasan Terhadap Kejadian Pemutaran Film di Aksara pada 29 April 2007″. Yang menarik adalah justru surat ini dipublikasikan di situs Aku Sayang (sebuah situs rekanan WWF-Indonesia), bukan di situs resmi WWF-Indonesia sendiri. Jika Anda tertarik untuk membaca surat tersebut, silakan merujuk ke berkas surat tersebut (taut ke berkas PDF, 84 Kb).
Dalam surat tersebut, pihak WWF Indonesia melalui Mubariq Ahmad (Direktur Eksekutif), memberikan informasi kronologis insiden yang terjadi, sebagai berikut:
- Peralatan yang kami siapkan berupa DVD player mengalami gangguan teknis pada saat sesi pemutaran film, walaupun saat diuji coba pada pukul 13:00 WIB (sebelum acara dimulai) tidak ada masalah.
- Ketika terjadi gangguan teknis pada DVD Player ketika pemutaran film akan dimulai, tim kami dan Aksara mencari alternatif alat yang dapat digunakan. Dalam kesempitan ini, tim memporeh pinjaman laptop komputer milik pribadi seseorang yang kemudian digunakan sebagai media pemutar film.
- Pada saat pemutaran film pertama (tema: hutan) tidak terjadi masalah dan pemutaran film berlangsung dengan lancar selama kurang lebih 15 menit.
- Kecelakaan terjadi pada saat pemutaran film kedua ketika program media player yang ada di laptop secara otomatis menayangkan file yang tidak dimaksudkan untuk diputar (film yang akan diputar bertema “Pemanasan Global” berada didalam DVD disk).
- Tim WWF sangat terkejut dengan tayangan tersebut dan langsung mematikan proyektor.
Terlepas dari itu semua, insiden tersebut sudah terjadi. Namun kejadian tersebut sangat mungkin untuk membawa pengaruh (secara psikologis) kepada peserta (atau siapapun yang berada/mengalami kejadian tersebut) terutama kepada anak-anak. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Edi: “Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat tentang acara WWF Dan TB Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa Ada seorang perempuan tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.”
Semoga hal ini dapat memberikan pelajaran untuk kita semua…
sumber : oraclescale.net
-via oraclescale.net


























